Dia tlah pergi, Masihkah aku punya kesempatan?
Dia tlah pergi, Maha Penyayang segera sejenak menutup keagungan bulan penuh maghfirah . Sekejap keindahan terlewati sudah, genggaman kesempatan hanya dibiarkan terbuka dan pergi. ada segumpal penyesalan yang ku alami, menengok dan merenung apakah aku diberikan kesempatan lagi? Rasanya gelisah aku dibuatnya. Tak tau dimanakah dan sampai kapan umurku berada. Tak tau kapan aku berdiri dipersinggahan terakhir. duduk termenung dan melihat penyesalan yang ramai menertawakan. Andaikan detik-detik itu bisa ku putar kembali , ribuan kali detaknya ku buat pusing memenuhi hasratku. biar aku dan dia kembali berada pada awal perjumpaan, sebuah pertemuan yang mulia, yang mengantarkan aku pada sisi ketaqwaan. Seandainya aku mengerti tentang kedatangannya pada hidupku, ku ajak selalu berselimut dekap denganku pada saat aku tidur, bangun, dan berdoa’. Namun kenapa aku tak kunjung akrab dengannya? Maha Kuasa, masih punyakah aku rasa hati? Berikan aku rasa Syukur pada setiap saat aku berjumpa dengan rahmat-MU, Rohim-MU dan saat aku punya kesempatan bertemu dengannya.
“Jangan hilangkan aku punya rasa syukur untuk MU”
September 29th, 2008 by letnanchip 



We.. dalem kale kayy kata-kata lo kay???
dapet copas ga nech???? hehe…