Roti Buaya VS Buaya Darat
Buaya Hewan reptil yang satu ini kayanya paling populer di pergunakan dalam istilah umum keseharian di sekitar kita. terang saja seperti istilah Buaya Darat, Roti Buaya, dan Air mata Buaya. ketiga istilah tadi mengandung kata buaya. tapi apakah tahu maksud dari istilah-itstilah tersebut?? serta dilihat dari segi ilmiahnya (sifat hidupnya buaya itu sendiri)
Dari segi ilmiahnya Buaya adalah hewan reptil yang terkenal dengan perilakunya yang ganas, sadis, cekatan(saat mencari dan memakan mangsanya), namun sisi baik dari hewan reptil yang satu ini bersifat monogami. Ia hanya akan kawin dengan satu buaya saja sepanjang hidupnya (Setia sampai mati) Kehidupan monogami tersebut berlangsung hingga salah satu dari pasangannya tersebut tutup usia dan baru akan mencari pasangan baru lagi (Kawin Lagi). selain itu daur hidup buaya itu 70% ada di air, walaupun memang suka ke darat seakan terlihat bodoh dan tak berdaya namun tetap ganas ketika melihat mangsanya.
Setelah Sifat hidup buaya dari segi ilmiahnya, sekarang yang akan mencoba mencari tahu maksud dari istilah Buaya Darat dan Roti buaya, dan untuk air mata buaya mungkin tidak akan di jelaskan di sini.
Roti Buaya Aku hampir selalu menemui Roti Buaya ketika menghadiri pesta pernikahan temen-temenku yang kebetulan salah satu dari adat (betawi), aku sempet bertanya-tanya dalam hati maksudnya apa yah Roti Buaya ini??? dan ternyata Roti buaya yang selalu hadir dan termasuk menu wajib di acara pesta pernikahan tersebut melambangkan Kesetiaan, kalo dlihat dari segi ilmiah diatas tadi sangat sesuai untuk melambangkan Kesetiaan. Selain terinspirasi perilaku buaya tadi, simbol kesetiaan yang diwujudkan dalam sebuah makanan berbentuk Roti itu juga memiliki makna khusus, Roti juga menjadi simbol kemampanan ekonomi. dengan maksud selain bisa saling setia dengan pasangan yang menikah, juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup Mapan.
Buaya Darat sebuah istilah yang sangat familiar di telinga kita yang di gambarkan buat para lelaki yang tidak setia sama pasangannya (Selingkuh). dan bahkan sampe di populerkan dengan lirik lagunya salah satu penyanyi kita “Lelaki buaya darat..” konon ungkapan buaya darat ini menggambarkan kebuasan buaya yang sedang lapar. Buaya yang lapar ini mempunyai kebiasaan untuk mengintai mangsanya secara diam-diam dibawah permukaan air sungai sehingga tidak diketahui oleh siapapun. Begitu ia melihat mangsanya lengah, maka dengan sigap ia naik ke darat untuk menyambar dan melahap mangsanya ini. kejadian alam ini kemudian melahirkan ungkapan “buaya darat”. tapi apakah si pemangsa ini selalu si jantan, sedangkan si korban juga selalu betina, belum tentu khan?? padahal buaya yang kelihatan ganas dan sadis ini hanya sekedar untuk mencari makan untuk menyambung hidupnya tanpa memperdulikan mangsanya itu jantan atau betina. Lalu, apakah ungkapan “buaya darat” sudah sesuai dengan konsep ilmiahnya?? atau selama ini kita sudah salah kaprah mempergunakan istilah “buaya darat” tanpa mengetahui dari sisi ilmiah buaya itu sendiri???
Setelah mengetahui sisi ilmiah daur hidup reptil buaya, dan mengetahui perbedaan masing-masing dari istilah Roti Buaya yang melambangkan Kesetian untuk Pernikahannya, sesuai dengan fakta ilmiahnya. sedangkan untuk Buaya Darat justru berbanding terbalik dengan fakta ilmiah daur hidup buaya itu sendiri yang bersifat Monogami (Setia Sampai Mati).

Baca Artikel Terkait :
Tags: Gaya Hidup, Uncategorized
Posted under: Uncategorized
April 12th, 2010 by agoenk70 



muke lu smua kya buaya :stress: :stress:
wah wah ternyata buaya juga ada filosofinya wkwkw hihihi hihihi :kembar:
mungkin sejarah istilah buaya darat ada di artikel ini. hehehe
http://yobel.byethost31.com/2010/04/kekeliruan-istilah-buaya-darat/